Sunday 31st of May 2026

Viral Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Garut: Oknum Pimpinan Ponpes Samarang Diamankan dari Amukan Massa

Viral Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati di Garut: Oknum Pimpinan Ponpes Samarang Diamankan dari Amukan Massa

--

AYUMI ID - Kabar mengenai dugaan tindakan kekerasan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Seorang oknum kiai sekaligus pimpinan pondok pesantren (Ponpes) berinisial AN (45) resmi diamankan oleh aparat kepolisian.

Langkah ini dilakukan setelah rumah dan lingkungan pesantrennya di wilayah Kecamatan Samarang, Garut, digeruduk oleh ratusan warga yang geram atas mencuatnya kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati. Kejadian penggerebekan yang berlangsung dramatis tersebut sempat terekam kamera amatir warga hingga viral di berbagai platform media sosial.

Baca juga: Profil Gregoria Mariska Tunjung Dikabarkan Mundur dari Pelatnas, Intip Perjalanan Karir dan Prestasi yang Berhasil Diperolehnya

Baca juga: Viral! Gregoria Mariska Tunjung Dikabarkan Mundur Dari Pelatnas PBSI, Alasan Kesehatan Ini Menjadi Faktor Utama Mengundurkan Diri

Kronologi Terungkapnya Kasus Pencabulan Melalui Keberanian Korban

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak hukum dan kepolisian, kasus asusila ini pertama kali mencuat ke permukaan pada pertengahan Mei 2026. Fakta-fakta mengenai perlakuan menyimpang oknum pimpinan pesantren ini mulai terbongkar setelah salah seorang santriwati yang menjadi korban memberanikan diri untuk bersuara. Cerita bermula saat korban kedapatan sedang berjalan seorang diri di luar area pondok pesantren dengan maksud hendak melarikan diri atau pulang ke rumah.

Ketika berada di tengah jalan, korban bertemu dengan orang tua dari salah satu rekan sesama santriwati di ponpes tersebut. Merasa curiga melihat santriwati berjalan sendirian membawa barang, saksi kemudian mengajak korban berdiskusi mengenai alasan utamanya meninggalkan lingkungan pesantren. Pada awalnya, korban sempat berbohong dan mengaku bahwa dirinya diusir oleh pengurus.

Namun, setelah diajak bicara dari hati ke hati secara lebih mendalam, korban akhirnya menangis dan menceritakan seluruh tindakan tidak pantas serta kekerasan seksual yang dialaminya dari sang pimpinan ponpes. Informasi krusial ini langsung diteruskan kepada orang tua kandung korban, yang seketika syok dan histeris mendengar pengakuan buah hati mereka.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST