Gunung Bromo Tutup Total Mulai 30 Mei 2026 Untuk Hormati Upacara Yadya Kasada
--
AYUMI ID - Berikut adalah informasi mengenai tutupnya wisata gunung Bromo untuk hormati upacara Yadya Kasada Bromo yang perlu kamu tahu karena sedang ramai diperbincangkan publik. Simak informasi di bawah ini biar nggak ketinggalan ya!
Indonesia memiliki ribuan tradisi dan upacara adat yang diwariskan dari berbagai suku, seperti Ngaben di Bali (upacara pembakaran jenazah), Rambu Solo di Tana Toraja, Karapan Sapi di Madura, dan Tabuik di Sumatera Barat. Praktik ini berakar kuat pada nilai-nilai spiritual, penghormatan leluhur, dan ungkapan syukur.
Salah satu tradisi yang tak luput dari sorotan masyarakat adalah tradisi Yadya Kasada Bromo yang sedang berlangsung saat ini.
Ingin tahu lebih lanjut? Baca sampai habis!
Baca juga: Yadya Kasada Bromo Curi Perhatian Warganet, Upacara Adat Masyarakat Tengger di Gunung Bromo
Baca juga: Kapan Pendaftaran STAN 2026? Simak Cara dan Syarat Daftarnya, Jangan Sampai Ketinggalan!
Gunung Bromo Tutup Total
Belakangan, tutupnya wisata Gunung Bromo mencuri perhatian publik. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan penutupan total aktivitas wisata di Kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya. Hal ini dikarenakan demi menghormati ritual Yadnya Kasada Tahun 2026.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan, kawasan wisata akan ditutup dari aktivitas pelancong selama beberapa hari.
"Kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya ditutup untuk aktivitas wisata sejak hari Sabtu tanggal 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB sampai dengan hari Selasa tanggal 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB," ujar Rudijanta kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Selama masa penutupan nantinya pihak BB TNBTS akan mengatur akses keluar dan masuk secara ketat. Pada tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2026.
Untuk sementara waktu kawasan Bromo hanya terbuka bagi masyarakat yang akan mengikuti ritual upacara Yadnya Kasada dengan identitas yang sesuai ketentuan. Setelah itu, setelah ritual usai keesokan harinya wilayah Bromo akan difokuskan untuk pemulihan lingkungan.
"Tanggal 2 Juni 2026 kawasan hanya terbuka untuk masyarakat dan petugas yang berkepentingan dalam melakukan pembersihan kawasan pasca Yadnya Kasada," tambahnya.