Korban Pemerkosaan di Konawe Dapatkan Tekanan dari Kadis PPPA, Berikan Win-Win Solution Demi Citra Bupati
--
AYUMI.id – Menjadi perbincangan hangat! Seorang perempuan berusia 18 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh pria berinisial Candra di wilayah Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada 12 Mei 2026. Setelah kejadian tersebut, korban disebut menghadapi tekanan agar persoalan tidak dibawa sepenuhnya ke jalur hukum.
Dorongan penyelesaian damai itu diduga datang dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Konawe Selatan. Alasan yang disampaikan berkaitan dengan upaya menjaga nama baik Bupati Konawe Selatan agar tidak terdampak pemberitaan negatif di publik.
Berdasarkan informasi yang beredar, terduga pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan istri Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo. Fakta tersebut kemudian memicu sorotan luas dari masyarakat setelah kasus mulai ramai dibahas di media sosial.
Saat korban hendak membuat laporan resmi ke Polresta Kendari, ia mengaku justru ditawari beberapa alternatif penyelesaian di luar proses pidana. Pilihan yang diajukan di antaranya menikah dengan pelaku atau menyelesaikan perkara melalui mekanisme hukum adat.
Langkah tersebut menuai kritik dari lembaga bantuan hukum karena dinilai tidak berpihak kepada korban. YLBH Sultra menyebut korban bahkan sempat dibujuk dengan iming-iming uang adat agar bersedia menghentikan proses hukum terhadap pelaku.