Korban Pemerkosaan di Konawe Dapatkan Tekanan dari Kadis PPPA, Berikan Win-Win Solution Demi Citra Bupati
--
Baca juga: Viral Video TKW Taiwan 3 Vs 1 di TikTok Viral Demi Engagement, Kini Diburu Netizen
Ketua Bidang Advokasi YLBH Sultra, Agus Alvian, mengatakan korban sempat mendengar pernyataan bahwa uang hasil penyelesaian adat dapat digunakan untuk biaya pendidikan. Menurutnya, pendekatan seperti itu justru mengesampingkan pemulihan psikologis dan pendampingan hukum yang seharusnya diterima korban kekerasan seksual.
Agus juga menyampaikan bahwa korban terus diingatkan mengenai dampak kasus tersebut terhadap citra pejabat daerah apabila terus dipublikasikan. Meski demikian, korban tetap bersikeras menolak mediasi maupun penyelesaian kekeluargaan dan memilih melanjutkan laporan ke kepolisian.
Kasus ini memicu reaksi keras dari publik. Banyak warganet menilai lembaga yang seharusnya melindungi perempuan justru dianggap lebih berupaya mencari jalan kompromi bagi pelaku. Kritik masyarakat terus mengalir, termasuk tuntutan agar pihak terkait bertanggung jawab secara moral atas sikap yang dinilai tidak berpihak kepada korban.
Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru melalui website kami!