Djaka Budhi Utama Buka Suara, Dirjen Bea Cukai yang Namanya Terseret Kasus Suap Blueray Cargo
--
AYUMI.id – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai tanggapan Djaka Budhi Utama atas kasus korupsi yang menyeret namanya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, akhirnya memberikan tanggapan terkait munculnya namanya dalam perkara dugaan suap yang berkaitan dengan aktivitas impor melalui perusahaan Blueray Cargo. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.
Djaka memilih untuk tidak banyak berkomentar mengenai substansi perkara. Ia meminta masyarakat menunggu hasil proses hukum yang saat ini masih berjalan di pengadilan. Menurutnya, seluruh fakta akan terungkap melalui persidangan yang tengah berlangsung.
"Terkait dengan permasalahan importasi di Bea Cukai, kita sama-sama ikuti perkembangan persidangan saja," ucap Djaka di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Nama Djaka sebelumnya muncul dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada perkara dugaan korupsi importasi. Dalam persidangan tersebut, jaksa mengungkap adanya pertemuan antara Djaka dan pemilik Blueray Cargo, John Field, yang disebut berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Selain mengungkap pertemuan tersebut, jaksa juga memaparkan adanya penggunaan kode tertentu yang diduga berkaitan dengan pembagian dana. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan amplop berkode nomor 1 yang disebut diperuntukkan bagi pucuk pimpinan Bea dan Cukai. Dalam dakwaan, amplop tersebut diduga diserahkan kepada mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Rizal.
Kasus yang menyeret nama Djaka ini turut memunculkan kembali sorotan terhadap kinerja institusi kepabeanan. Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menyampaikan peringatan keras mengenai perlunya pembenahan di lingkungan Bea dan Cukai.