Saturday 6th of June 2026

Efisiensi Anggaran MBG, Kepala BGN Nanik Siap Rombak Tata Kelola dan Hentikan Pembukaan Dapur Baru

Efisiensi Anggaran MBG, Kepala BGN Nanik Siap Rombak Tata Kelola dan Hentikan Pembukaan Dapur Baru

--

AYUMI.id  Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai efisiensi anggaran MBG yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara penerimaan usulan dan pembangunan dapur baru dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi yang disiapkan jajaran pimpinan baru untuk menata kembali pelaksanaan program sekaligus menekan penggunaan anggaran agar lebih efisien.

Kepala BGN Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa efisiensi menjadi fokus utama dalam penyusunan agenda kerja lembaganya. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar program MBG dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi manfaat yang diterima masyarakat. "Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran," kata Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam konferensi pers di gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Siapa Chatib Basri? Intip Profil dan Biodata Ekonom Senior yang Diisukan Bakal Ganti Menkeu Purbaya

Baca juga: Djaka Budhi Utama Buka Suara, Dirjen Bea Cukai yang Namanya Terseret Kasus Suap Blueray Cargo

Nanik mengungkapkan terdapat empat agenda prioritas yang akan dijalankan dalam pembenahan program MBG. Langkah pertama adalah melakukan penyesuaian kembali kelompok penerima manfaat agar bantuan benar-benar menjangkau sasaran yang tepat. Sementara langkah kedua berupa penghentian sementara pembangunan titik dapur baru di berbagai wilayah. "Dalam rangka efisiensi anggaran maka hal yang kami lakukan adalah pertama refocusing penerima manfaat. Dua, moratorium dapur titik-titik baru," ujarnya.

Selain itu, BGN juga akan memperbaiki kualitas dapur yang sudah beroperasi, termasuk peningkatan kompetensi tenaga pengelola dan standar layanan. Adapun langkah keempat difokuskan pada perluasan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui pendekatan yang lebih hemat biaya dan tidak hanya bergantung pada pendanaan negara. "Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran sehingga meskipun sekarang sudah dipotong tinggal 268 (triliun), kami berharap masih bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran," ujarnya.

Terkait penghentian sementara pembangunan dapur baru, Nanik menegaskan pihaknya ingin terlebih dahulu menata fasilitas yang sudah berjalan. Saat ini, jumlah dapur MBG aktif telah melampaui 27 ribu unit sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan distribusi dan kapasitasnya sesuai kebutuhan. "Nah saat ini sudah ada sekitar 27 ribu lebih dapur yang operasional. Kami akan beresin dulu ini. Misalnya di satu kecamatan ini cukup kok enam saja. Sudah, enam saja. Jadi moratorium," katanya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST