Efisiensi Anggaran MBG, Kepala BGN Nanik Siap Rombak Tata Kelola dan Hentikan Pembukaan Dapur Baru
--
Baca juga: Giorgio Antonio CEO Apa? Ini Deretan Gurita Bisnis Pacar Baru Sarwendah yang Dipertanyakan Netizen
Menurut Nanik, salah satu alasan diberlakukannya moratorium adalah karena penyebaran dapur MBG saat ini belum seimbang. Sebagian besar fasilitas masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan daerah aglomerasi, sementara sejumlah wilayah 3T belum mendapatkan layanan secara optimal. "Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," ujarnya.
BGN kini tengah melakukan pemetaan kebutuhan di setiap daerah guna menentukan jumlah dapur yang benar-benar diperlukan. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memutuskan apakah kebijakan moratorium akan dihentikan atau justru diperpanjang.
Selain menghentikan sementara pembangunan fasilitas baru, lembaga tersebut juga akan melakukan pemeriksaan terhadap dapur yang telah beroperasi. Fasilitas yang dinilai tidak memenuhi standar mutu makanan, keamanan, maupun tata kelola akan ditindaklanjuti melalui evaluasi, bahkan berpotensi dikenai penghentian operasional sementara.
Dalam upaya memperluas jangkauan program ke daerah 3T, BGN juga sedang menyiapkan berbagai alternatif pembiayaan di luar APBN. Opsi yang dikaji meliputi pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hibah, hingga penggunaan fasilitas yang sudah tersedia di masyarakat seperti kantin sekolah atau bangunan umum lainnya.
"Kita juga intinya tidak harus membangun dapur baru. Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah. Karena 3T ini cuma ada yang 200, ada 81, ada 47 orang di wilayah-wilayah itu. Jadi enggak mungkin kita membangun dapur-dapur baru," imbuhnya.
Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!