Sunday 31st of May 2026

Kisah Raihaan Hasan Agfaro, Jemaah Haji Termuda Kota Blitar 2026 yang Berangkat Gantikan Ayah Sakit

Kisah Raihaan Hasan Agfaro, Jemaah Haji Termuda Kota Blitar 2026 yang Berangkat Gantikan Ayah Sakit

--

Daripada porsi haji tersebut hangus atau dilimpahkan kepada orang lain di luar keluarga, Raihaan mengiyakan mandat tersebut sebagai bentuk tanggung jawab anak sekaligus bakti kepada orang tuanya. Tugas besar kini berada di pundak remaja 14 tahun ini untuk mendampingi dan menjaga ibundanya selama menjalani seluruh rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah.

Keberangkatan Raihaan Hasan Agfaro di usia yang baru menginjak 14 tahun dimungkinkan berkat adanya penyesuaian regulasi terbaru dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Kemenhaj Kota Blitar, Purnomo, aturan batas usia minimal bagi jemaah haji reguler di Indonesia kini telah diturunkan.

Baca juga: Viral! Gregoria Mariska Tunjung Dikabarkan Mundur Dari Pelatnas PBSI, Alasan Kesehatan Ini Menjadi Faktor Utama Mengundurkan Diri

Baca juga: Cara Dapatkan Event Baru Stellar Summon 2026, Ciduk Berbagai Jackpot Skin Limited Epic di Mobile Legends: Bang Bang

Sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang merevisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, batas usia minimal jemaah haji bergeser dari yang semula 17 tahun menjadi 13 tahun. Kebijakan ini diambil pemerintah dengan pertimbangan aspek syariat Islam, di mana anak usia 13 tahun dinilai rata-rata sudah memasuki fase akil balig atau kedewasaan secara spiritual. Dengan terpenuhinya syarat kedewasaan tersebut, anak-anak yang mendapatkan pelimpahan porsi resmi dari orang tua kandung diizinkan untuk menunaikan rukun Islam kelima secara legal.

Menyadari bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sangat menguras ketahanan fisik, Raihaan telah melakukan berbagai persiapan intensif secara mandiri sebelum hari keberangkatan. Remaja asal Kota Blitar ini rutin melakukan olahraga jalan pagi untuk melatih kekuatan kaki, menghafal bacaan doa-doa manasik, hingga melakukan latihan mandiri cara mengenakan kain ihram tanpa jahitan yang benar.

Selain persiapan fisik, Raihaan juga harus menyelesaikan kewajiban akademisnya di sekolah terlebih dahulu. Karena ibadah haji mengharuskannya mengajukan izin meninggalkan sekolah selama kurang lebih 40 hari, Raihaan dituntut menyelesaikan sejumlah ujian kenaikan kelas dan tugas-tugas mata pelajaran lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Langkah proaktif ini ia lakukan agar tidak tertinggal materi pelajaran saat kembali ke tanah air nanti.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST