9 WNI Ditangkap Militer Israel: 4 Jurnalis dan 5 Relawan Gaza Ditahan, Ini Kronologinya!
--
Kronologi Penangkapan WNI
Sebanyak 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis dilaporkan telah ditangkap seluruhnya oleh militer Israel di Laut Mediterania Timur saat mengalirkan bantuan ke Jalur Gaza. Penangkapan ini terjadi dalam rangkaian pencegatan terhadap konvoi kapal misi internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Berdasarkan data yang dirilis, lima WNI pertama yang ditangkap adalah Thoudy Badai Rifan Billah (jurnalis Republika), Andre Prasetyo Nugroho (jurnalis Tempo), Rahendro Herubowo (jurnalis GPCI), Bambang Noroyono (jurnalis Republika), serta Andi Angga Prasadewa (aktivis Rumah Zakat).
Menyusul kemudian, empat aktivis kemanusiaan lainnya—Herman Budianto Sudarsono (Dompet Dhuafa), Ronggo Wirasanu (Dompet Dhuafa), Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqsa), dan Hendro Prasetyo (SMART171)—turut dikonfirmasi telah berada dalam penahanan Israel setelah sempat mengirimkan pesan darurat (SOS).
Baca juga: UPDATE! PUBG Mobile 4.4 Untuk Android dan iOS, Suguhkan Gameplay dan Hero ala Mitologi Yunani Kuno
Berikut kronologinya:
- Senin, 18 Mei 2026: Militer Israel mencegat kapal Ozgurluk, BoraLize, dan Josef di sekitar perairan Siprus. 5 WNI ditangkap langsung, termasuk 4 orang jurnalis nasional.
- Selasa, 19 Mei 2026: Kapal Zapyro yang sempat lolos lewat manuver kapten akhirnya terkejar. 2 WNI relawan Dompet Dhuafa ditangkap.
- Rabu, 20 Mei 2026: Dua WNI terakhir dari kapal Kasr-1 Sadabat sempat mengirim pesan darurat (SOS). Namun, 2 WNI tersebut akhirnya dikonfirmasi ikut ditangkap.
Indonesia berkoordinasi erat dengan otoritas Turki, mengingat warga negara Turki juga ikut ditahan dalam konvoi bantuan sipil lintas negara tersebut. Jalur-jalur hukum melalui badan internasional terus didorong agar para jurnalis dan relawan Indonesia bisa segera dipulangkan dalam kondisi selamat.