Sunday 31st of May 2026

Kronologi Monica Witt: Kebocoran Intelijen Paling Fatal dalam Sejarah Modern AS dan Jadi Buronan Termahal FBI

Kronologi Monica Witt: Kebocoran Intelijen Paling Fatal dalam Sejarah Modern AS dan Jadi Buronan Termahal FBI

--

Kronologi Pembelotan dan Spionase

Pihak berwenang AS meyakini wanita berusia 47 tahun tersebut saat ini masih bersembunyi di Iran. Berdasarkan pembaruan data yang dirilis oleh Kantor Lapangan FBI Washington, Witt dinilai terus aktif mendukung aktivitas intelijen dan peretasan siber yang dikelola oleh Teheran, sehingga menjadi ancaman berkelanjutan bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

  • Proses Radikalisasi: Pada tahun 2012, Witt berpindah keyakinan menjadi mualaf dan mengadopsi nama alias seperti Fatemah Zahra dan Narges Witt. Ia mulai menghadiri berbagai konferensi internasional di Iran yang didanai oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
  • Membelot ke Iran: Meski sempat diinterogasi dan diperingatkan oleh FBI, Witt resmi melarikan diri dan membelot ke Iran pada Agustus 2013.
  • Dakwaan Resmi (2019): Departemen Keadilan AS (DOJ) mendakwanya secara resmi atas pasal spionase karena membocorkan informasi pertahanan nasional kepada pemerintah asing.

Baca juga: Reveal Skin Baru Mobile Legends Mei 2026! Begini Cara Dapetin Skin MSC Baxia, Minotaur Collector, Sampai Atlas Elite

Baca juga: Adela Kanasya Adies, Putri Adies Kadir Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPR 2024-2029

Baca juga: Siapa Hilgadoui? Sosok MUA Viral Usai Rias Jule yang Dapatkan Kritikan Pedas Hingga Ancaman Boikot

Puncaknya terjadi pada tahun 2019, ketika Dewan Juri Federal AS secara resmi mendakwa Witt atas pasal spionase. Ia terbukti membocorkan nama kode program rahasia militer (Special Access Program) serta menyusun berkas target personal. Data pribadi tersebut digunakan oleh empat peretas asal Iran untuk meluncurkan serangan siber tertarget terhadap mantan rekan-rekan kerja Witt di militer AS.

 

Melalui peningkatan nilai hadiah sayembara ini, FBI berharap bisa mempersempit ruang gerak Witt jika ia mencoba bepergian ke luar Iran. Kasus pembelotan Monica Witt tetap tercatat sebagai salah satu kebocoran intelijen paling fatal dan mematikan dalam sejarah modern militer Amerika Serikat.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST