Gawat! Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Tembus Rp17.743 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya
--
Faktor Utama Penyebab Pelemahan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu, 20 Mei 2026, dibuka melemah dan sempat menyentuh level Rp17.738 per dolar AS di pasar spot.Pelemahan ini mencatatkan rekor posisi terendah baru sepanjang sejarah akibat berbagai tekanan ekonomi global dan domestik. Berikut adalah rincian pergerakan kurs dan faktor pemicunya:
- Pembukaan Pasar Spot: Rupiah melemah 0,18% ke level Rp17.738 per dolar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp17.706.
- Pergerakan Intraday: Nilai tukar sempat bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.743 per dolar AS pada perdagangan pagi hari.
- Posisi Regional: Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan koreksi terdalam di kawasan Asia.
Baca juga: Memanas! Pi Scott Dituding Lakukan Pelecehan Seksual pada Sang Adik, Rekaman Audio Jadi Saksi
- Kebijakan Suku Bunga The Fed: Investor global mengantisipasi pergeseran kebijakan moneter yang lebih ketat oleh bank sentral AS untuk menekan inflasi. Penguatan indeks dolar AS didukung oleh tingginya imbal hasil (yield) obligasi AS.
- Sentimen Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah yang berisiko mengganggu pasokan energi di Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi global dari lonjakan harga minyak.
- Arus Modal Keluar (Capital Outflow): Investor asing cenderung melepas aset portofolio domestik seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan saham, yang memicu kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
- Faktor Musiman Domestik: Banyak perusahaan dalam negeri melakukan repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri dalam mata uang asing sepanjang periode April–Mei.
Meski rupiah sedang berada dalam tekanan, fundamental ekonomi nasional dinilai masih cukup solid. Hal ini tercermin dari angka inflasi domestik yang masih relatif terkendali serta cadangan devisa yang dianggap masih mampu menopang kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah selama beberapa bulan ke depan.