Innalillahi! Masinis Tragedi Bintaro 1987, Mbah Slamet Suradio Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
--
Baca juga: Rumah Sarwendah Terancam Disita Akibat Cicilan Utang Perusahaan Ruben Onsu Macet Sejak 2024
Tetangga dekat keluarga, Basori, mengungkapkan bahwa Mbah Slamet telah berada di Bekasi sejak pertengahan Mei untuk tinggal bersama anaknya yang merawatnya selama sakit.
"Pergi ke Bekasi tanggal 17 Mei 2026," kata Basori.
Nama Slamet Suradio tercatat dalam sejarah perkeretaapian Indonesia sebagai masinis KA 225 jurusan Rangkasbitung–Tanah Abang yang terlibat dalam kecelakaan kereta di kawasan Pondok Betung, Bintaro, pada 19 Oktober 1987. Kereta yang dikemudikannya bertabrakan dengan KA 220 Patas Merak dalam salah satu insiden paling kelam dalam sejarah transportasi nasional.
Peristiwa tersebut kemudian dikenal luas sebagai Tragedi Bintaro 1987. Kecelakaan yang dipicu kesalahan komunikasi dalam pengaturan persilangan kereta antarstasiun itu menyebabkan lebih dari 130 orang meninggal dunia dan meninggalkan luka mendalam bagi dunia perkeretaapian Indonesia.
Kepergian Mbah Slamet menutup perjalanan panjang salah satu saksi hidup dari tragedi bersejarah yang hingga kini masih dikenang masyarakat sebagai salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di Indonesia.
Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru melalui website kami!