Thursday 25th of June 2026

PMI Aceh dan Bayinya Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, Diduga Masalah Utang Piutang

PMI Aceh dan Bayinya Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia, Diduga Masalah Utang Piutang

--

AYUMI.id – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai PMI Aceh dan bayinya jadi korban pembunuhan di Malaysia yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Kabar duka datang dari Malaysia setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bersama bayi yang baru dilahirkannya dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Putri Hensy Aprilda (22), warga Gampong Alur Manis, yang diduga menjadi korban tindak pembunuhan di kawasan Sepang, Selangor. 

Informasi tersebut disampaikan anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, berdasarkan keterangan yang diterimanya dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. “Dari informasi yang kami terima melalui KBRI Kuala Lumpur, pelaku diduga seorang perempuan warga Malaysia,” kata Haji Uma. 

Baca juga: Polda Jabar Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap Bukan Menyerahkan Diri, Polisi: 'Dia di Rumah Kerabat'

Baca juga: Terungkap! Identitas Wanita yang Ditemukan Tewas di Mobil Dinas Plat Merah, Ternyata ASN Pemkab Bangkalan

Menurut keterangan yang diterima, kasus ini sedang ditangani aparat berwenang Malaysia. Korban diduga dibunuh pada 3 Juni 2026. Sementara itu, bayi korban ditemukan warga setempat dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Klang, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Jenazah sang bayi kini berada di Rumah Sakit Shah Alam, sedangkan jenazah Putri Hensy berada di Rumah Sakit Serdang, Selangor. 

Haji Uma menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk menelusuri keluarga korban. Upaya tersebut dilakukan setelah identitas korban berhasil dipastikan melalui proses identifikasi yang melibatkan pihak terkait di Indonesia dan Malaysia. 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan sementara mengarah pada persoalan utang piutang sebagai motif kejadian. Polisi Diraja Malaysia (PDRM) disebut telah mengumpulkan sejumlah bukti yang mengarah pada tindak pidana tersebut. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST