Ketua DPR Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi Usai Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Lolos PTN Tak Daftar Ulang
--
AYUMI.id – Update berita! Nah, pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai respon DPR usai ribuan calon mahasiswa lolos PTN tapi tak daftar ulang yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!
Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah segera mengevaluasi penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru setelah puluhan ribu peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) memilih tidak melakukan daftar ulang. Menurutnya, fenomena tersebut harus menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Berdasarkan data panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), terdapat puluhan ribu calon mahasiswa yang tidak melanjutkan proses registrasi meski telah diterima di berbagai PTN. Kondisi itu dinilai mencerminkan masih adanya persoalan yang perlu dibenahi dalam sistem penerimaan maupun pembiayaan pendidikan.
Baca juga: Ribuan Calon Mahasiswa Lolos PTN Tak Daftar Ulang, Benarkah Jadi Alarm Krisis Biaya Pendidikan?
Puan menilai pemerintah perlu mengidentifikasi penyebab utama banyaknya peserta yang batal menjadi mahasiswa. Ia menegaskan evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang pada pelaksanaan seleksi di tahun-tahun mendatang.
“Pemerintah harus mengevaluasi penyebab banyaknya calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang meskipun sudah dinyatakan lolos seleksi,” ujar Puan Maharani.
Menurutnya, biaya pendidikan diduga menjadi salah satu faktor yang membuat calon mahasiswa mengurungkan niat melanjutkan kuliah. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memastikan seluruh skema bantuan pendidikan, termasuk beasiswa dan keringanan biaya kuliah, benar-benar dapat menjangkau mahasiswa yang membutuhkan.
Selain persoalan biaya, Puan juga mendorong agar proses penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dilakukan secara lebih transparan dan adil. Dengan demikian, calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.