VIRAL! Peserta Tour Asal Medan Kabur di Korea Selatan, Pihak Travel Umumkan Sayembara Berhadiah Liburan Gratis Sekeluarga
--
AYUMI ID - Berikut adalah informasi mengenai Peserta Tour Asal Madiun Kabur di Korea Selatan yang sedang ramai. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!
Kasus menghilangnya seorang Peserta Tour Asal Madiun Kabur di Korea Selatan masih terus berlanjut. Kini dikabarkan pihak Travel menadapat kerugian sampai ratusan juta rupiah. Terkait dengan kerugian yang harus mereka telan, pihak travel melakukan sayembara untuk menemukan peserta bernama Femas tersebut.
Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: Peserta Tour Asal Madiun Kabur di Korea Selatan, Pihak Kepolisian Ungkap Pelaku Sengaja Menghilang
Peserta Tour Kabur di Korea Selatan
Seorang peserta open trip ke Korea Selatan asal Madiun bernama Femas (22) diduga menghilang dari rombongan wisata yang diselenggarakan Berani Backpacker. Ia disebut meninggalkan rombongan pada malam pertama perjalanan setelah berpamitan hendak membeli sepatu di kawasan Myeongdong, Seoul.
Marketing Manager Berani Backpacker, Wiky, menjelaskan rombongan berangkat dari Jakarta pada 27 Juni 2026. Keesokan harinya, 28 Juni 2026, seluruh peserta mendapat waktu bebas setelah agenda tur selesai.
Saat itu, sekitar lima hingga tujuh peserta bersama tour leader (TL) berjalan-jalan di kawasan Myeongdong. Di tengah kegiatan tersebut, Femas meminta izin untuk mencari sepatu.
"Di sana (karena free time) jadi sudah misah-misah. Femas bilang mau cari sepatu di Myeongdong. Setelah itu dipesanin sama tour leader, nanti pulang saja naik taksi online karena alamat hotel sudah tahu. Jaraknya juga dekat, kurang dari 10 menit," kata Wiky, Jumat (17/7/2026).
Namun hingga memasuki hari ketiga dan keempat, Femas belum juga ditemukan. Atas saran pemandu wisata lokal, pihak travel kemudian mencoba melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.
Agen travel sempat melaporkan hilangnya Femas ke kepolisian Korea Selatan pada hari keempat pencarian. Namun, laporan tersebut ditolak karena polisi menilai tidak ada unsur tindak pidana dan Femas diduga sengaja memisahkan diri dari rombongan.