Thursday 4th of June 2026

Sosok Eka Rismayanti, Tersangka Kasus Penipuan WO Marwah Catering, Ternyata Seorang Residivis!

Sosok Eka Rismayanti, Tersangka Kasus Penipuan WO Marwah Catering, Ternyata Seorang Residivis!

--

AYUMI.id  Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai profil Eka Rismayanti pemiliki WO Marwah Catering yang lakukan penipuan puluhan calon pengantin di Jaktim. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Kasus dugaan penipuan yang menyeret pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah terus berkembang. Polisi mengungkap bahwa salah satu tersangka, Eka Rismayanti, ternyata pernah terlibat dalam perkara serupa dan berstatus residivis. Fakta tersebut terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam terhadap yang bersangkutan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKP Bayu Kurniawan menjelaskan bahwa riwayat hukum tersangka menjadi salah satu temuan penting dalam penyelidikan. "Tersangka atas nama ER itu adalah residivis terhadap tindak pidana yang serupa di wilayah Jawa Barat," ujar Bayu kepada awak media, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Apa Itu Whip Pink? Jadi Viral Usai Asisten Pribadi YouTuber RA Tertangkap Penyelidikan Bareskrim Polri

Baca juga: Sosok Tsaqib Viral Usai Gelar Intimate Wedding dengan Adhisty Zara, Umumkan Siap Jadi Bapak Muda

Dalam pengusutan kasus ini, penyidik juga menemukan pola pengelolaan keuangan yang diduga menjadi penyebab utama kegagalan berbagai acara pernikahan yang ditangani WO tersebut. Menurut polisi, dana yang diterima dari pelanggan baru tidak digunakan sebagaimana mestinya, melainkan dialihkan untuk menutup kebutuhan acara pelanggan lain yang lebih dulu melakukan pemesanan.

Bayu menyebut praktik tersebut dilakukan secara berulang oleh Eka Rismayanti bersama suaminya, Radiansyah Marwah. "Uang-uang dari korban ini diputar lagi oleh para tersangka untuk menutupi kegiatan-kegiatan pernikahan sebelumnya," kata Bayu.

Ia menambahkan bahwa mekanisme tersebut membuat bisnis mereka terus bergantung pada masuknya pembayaran dari klien baru. Dana yang diterima kemudian digunakan untuk memenuhi kewajiban lama sehingga menciptakan siklus keuangan yang tidak sehat. "Jadi uang itu secara tidak langsung ya gali lubang tutup lubang," ujarnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST