Pocong Bercelurit di Bakalan adalah HOAKS, Pelaku Klarifikasi dan Meminta Maaf!
--
AYUMI ID - Aksi tujuh pemuda dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang membuat video prank bergambar hantu membawa sabit, akhirnya terbongkar. Agar video tersebut meyakinkan, mereka sengaja merekam adegan menggunakan kamera keamanan yang terpasang di sebuah rumah.
Video yang viral di media sosial itu dibuat oleh tujuh pemuda dengan inisial SF, ZH, KN, IM, RH, N, dan I. Mereka adalah warga Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Kepala Humas Polsek Bangkalan, Inspektur Satu Agung Intama, mengatakan ide prank tersebut muncul ketika para pelaku berkumpul.
Baca juga: Seskab Teddy Berikan Penegasan, Kelebihan Biaya Prabowo ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi!
Baca juga: Link Batoto Terbaru 2026 dan Masih Aktif, Dijamin Puas! Situs Baca Manhwa Hingga Manga GRATIS
"Ide prank itu pertama muncul dari ZH yang saat itu sedang nongkrong bersama teman-temannya," kata Agung.
Dalam percakapan tersebut, mereka sepakat untuk membuat video dengan hantu membawa sabit. SF kemudian dipilih untuk berperan sebagai hantu dalam video tersebut.
Direkam Lewat CCTV di Rumah Salah Satu Pelaku
Menurut Agung, lokasi yang dipilih untuk merekam video tersebut adalah rumah orang tua KN, yang saat itu berada di Malaysia.
Rumah tersebut dipilih karena memiliki kamera keamanan, yang membuat rekaman tersebut tampak seperti kejadian nyata dan bukan video yang direkam langsung dari ponsel.
"Lalu setelah video itu dibuat, KN meminta rekaman video CCTV itu ke orangtuanya," kata Agung.
Setelah mendapatkan rekaman tersebut, para pelaku membagikannya di grup obrolan komunitas lokal. Tak lama kemudian, video hantu yang membawa sabit menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, menimbulkan kehebohan di kalangan warga.
Baca juga: Profil Tsaqib Suami Adhisty Zara Viral, Usai Gelar Pernikahan Mendadak dan Umumkan Kehamilan!
Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
Setelah video tersebut viral, polisi berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melacak identitas pembuat konten. Akibatnya, tujuh orang muda yang terlibat diidentifikasi dan diinterogasi.