Monday 29th of June 2026

HEBOH! Karyawan Pedal Padel Disekap dan Dianiaya Usai Dituduh Mencuri 10 Raket, Empat Orang Jadi Tersangka

HEBOH! Karyawan Pedal Padel Disekap dan Dianiaya Usai Dituduh Mencuri 10 Raket, Empat Orang Jadi Tersangka

--

AYUMI.id – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai kasus karyawan pedal padel disekap dan dianiaya yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya!

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang karyawan tempat olahraga padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik. Korban berinisial Abdul Latif mengaku mengalami kekerasan dan kehilangan kebebasan selama dua hari setelah dituduh mencuri 10 raket padel dari tempatnya bekerja. 

Abdul Latif menuturkan, dirinya mengalami perlakuan kasar sejak hari pertama. Ia mengaku tangan diikat, dipukuli, lalu dikurung di gudang tanpa mendapat perawatan meski mengalami luka. Pada malam hari, korban dipindahkan ke dalam lift barang dengan kondisi tangan masih terikat.

"Saya disekap, tangan saya diikat. Pas hari pertama saya dipukuli. Setelah itu, dimasukkan ke gudang, dikunci dengan tangan terikat, luka saya juga tidak diobati dan ditinggal begitu saja. Kalau malam dipindahkan ke dalam lift barang, pintunya dikunci dan tangan tetap diikat," terang Abdul Latif. 

Baca juga: Kontroversi Latsarmil Kopdes, Desakan Penghentian Program Mencuat Usai Lima Peserta Meninggal Dunia

Baca juga: Video Viral Gek Diah Part 2 Bocor Telegram Twitter X, Ramai Dibahas Hingga Tuai Perdebatan Publik!

Korban menjelaskan, dugaan penyekapan bermula setelah pihak manajemen mengetahui adanya kehilangan 10 raket padel dengan nilai kerugian sekitar Rp50 juta. Abdul mengaku sempat melarikan diri ke rumah, tetapi kembali mendatangi tempat kerjanya karena sepeda motor, kartu identitas, dan telepon genggamnya masih ditahan.

"Saya sempat melarikan diri pulang. Tapi karena motor, KTP, dan HP saya ditahan, orang tua menyuruh saya kembali untuk bertanggung jawab," sambungnya.

Menurut Abdul, keluarganya telah menawarkan penyelesaian dengan mengganti kerugian secara bertahap. Namun, usulan tersebut tidak diterima.

"Dari pihak keluarga sudah mau mengganti, Rp1 juta satu bulan, tapi ditolak. Akhirnya saya dibawa ke sana, disekap dan diikat," katanya. Ia juga menyebut dua kendaraan milik keluarganya ikut ditahan sebagai jaminan. 

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh keluarga korban. Polisi bergerak setelah menerima laporan dan video dugaan penyekapan tersebut viral di media sosial.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST