Yadya Kasada Bromo Curi Perhatian Warganet, Upacara Adat Masyarakat Tengger di Gunung Bromo
--
Sejarah Yadya Kasada Bromo
Masyarakat Tengger telah melaksanakan upacara Yadnya Kasada secara turun menurun sejak awal mereka menapaki kawasan Tengger sejak masa Kerajaan Majapahit. Ritual ini diperkirakan sudah dilakukan sejak sekitar abad ke 13 Masehi.
Terdapat beragam versi yang mengisahkan asal-usul orang Tengger. Dalam bentuk sejarah ataupun legenda cerita rakyat yang telah diyakini secara turun menurun hingga sekarang. Salah satunya adalah legenda Tengger.
Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket LaLaLa Fest 2026, Rex Orange County Siap Hebohkan JIExpo Kemayoran
Legenda Tengger merupakan cerita rakyat yang mengisahkan Rara Anteng, putri raja Brawijaya dari kerajaan Majapahit yang bertemu dengan Joko Seger, putra seorang Brahmana dari Kediri. Keduanya menjadi suami istri. Dari hasil pernikahan keduanya berdirilah masyarakat Tengger sekarang ini.
Sekarang ini banyak sekali pendatang di kawasan Tengger. Hal ini menyebabkan beberapa kekhawatiran tentang ketenteraman hidup pada masyarakat. Dalam situasi seperti ini para dukun menggunakan upacara adat Tengger untuk mempersatukan seluruh masyarakat Hindu di kawasan pegunungan Tengger.
Maka dari itu, balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan penutupan total aktivitas wisata di Kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya. Langkah ini diambil guna menghormati kelancaran ritual Yadnya Kasada Tahun 2026.
Itulah informasi mengenai adat Yadya Kasada Bromo yang perlu kamu ketahui. Pastikan kamu ikuti kami terus untuk dapatkan informasi terbaru mengenai topik favoritmu!