Profil Jampidsus Febrie Adriansyah, Jaksa Senior Pembongkar Kasus Korupsi Kakap yang Kini Diuji Isu Hukum
--
AYUMI.ID – Sosok Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dikenal luas sebagai motor penggerak di balik pembongkaran sejumlah kasus korupsi kakap bernilai fantastis, mulai dari Jiwasraya, Asabri, hingga tata niaga PT Timah. Di tengah prestasinya menindak kerugian negara ratusan triliun, kini profil dan integritas sang jaksa senior tengah mendapat sorotan tajam publik nasional.
Lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968, Febrie menghabiskan masa mudanya dan merintis karier sebagai jaksa di wilayah Sumatera, khususnya Jambi. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi hukumnya dari jenjang strata satu (S1) di Jambi, sebelum akhirnya menuntaskan gelar Magister Hukum (S2) dan menyabet gelar Doktor Ilmu Hukum (S3) dari Universitas Airlangga, Surabaya.
Baca juga: Pertama di Dunia! Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biosolar B50, Jadi Pelopor Energi Hijau Dunia
Baca juga: Masih Berlanjut! Sidang Dokter Tifa Atas Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Tuai Kontroversi
Baca juga: Cara Mengatasi Bilibili yang Tidak Dapat Dibuka, Mulai dari Bersihkan Cache Hingga Bug Jaringan
Dedikasinya di Korps Adhyaksa membawanya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta, hingga resmi dilantik sebagai Jampidsus pada awal tahun 2022.
Di bawah komandonya, Gedung Bundar Kejaksaan Agung menjelma menjadi institusi yang ditakuti para koruptor kakap. Rekam jejak Febrie di bidang pidana khusus tercatat sangat mentereng. Ia memimpin langsung penyidikan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara sebesar Rp16,8 triliun dan kasus PT Asabri (Persero) dengan nilai kerugian mencapai Rp22,7 triliun.
Puncak popularitasnya terjadi saat timnya membongkar kasus korupsi tata niaga komoditas PT Timah Tbk, di mana nilai kerugian ekologis dan perekonomian negara ditaksir menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp300 triliun.