Friday 10th of July 2026

Pertama di Dunia! Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biosolar B50, Jadi Pelopor Energi Hijau Dunia

Pertama di Dunia! Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biosolar B50, Jadi Pelopor Energi Hijau Dunia

--

AYUMI.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel 50 persen (B50) di Karawang, Jawa Barat. Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan bahan bakar solar dengan campuran 50 persen minyak sawit secara komersial untuk menekan ketergantungan impor energi.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa peluncuran B50 bukan sekadar inovasi lingkungan, melainkan pilar utama dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional. Melalui program ini, pemerintah optimistis Indonesia mampu melepaskan diri dari ketergantungan energi luar negeri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan menargetkan negara dapat sepenuhnya menghentikan impor produk solar pada akhir tahun ini karena pasokan domestik yang melimpah.

Baca juga: KPK Sita 12.000 Dolar Singapura Kasus Suap Menhut Raja Juli Antoni: Kasus Lahan Kuansing Berasal dari Pungutan Petani

Baca juga: Benarkah Nikita Mirzani Bakal Bebas? Pakar Hukum Henri Subiakto Ungkap Adanya Perminan UU ITE

Baca juga: Pengontrak Surabaya Viral Mengaku Dapat Perundungan di Media Sosial, Minta Wakil Walikota Armuji Takedown Konten

Secara regulasi, mandatori pencampuran B50 sebenarnya sudah mulai berlaku mengikat sejak awal bulan ini. Namun, guna memastikan kesiapan rantai pasok dan operasional di lapangan, pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan bagi para pelaku usaha untuk menghabiskan sisa stok Biosolar B40.

Produk teranyar Biosolar B50 ditargetkan sudah beredar penuh 100 persen di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) secara nasional pada awal kuartal keempat mendatang.

Kabar baik bagi masyarakat, peningkatan kualitas dan kandungan nabati ini tidak mengubah skema harga di tingkat konsumen. Pemerintah menjamin harga Biosolar B50 bersubsidi di SPBU Pertamina tetap dibanderol Rp6.800 per liter, sama dengan tarif solar subsidi sebelumnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST