Karhutla di Kobar Kalteng Kepung 3 Kecamatan Dalam Waktu 2 Hari, Damkar Kesulitan Menjinakkan Api
--
MITRA AUTO - Berikut adalah informasi mengenai Karhutla di Kobar Kalteng yang sedang ramai di media sosial. Simak terus artikel di bawah ini biar kamu nggak ketinggalan informasi lengkapnya!
Belakangan ini banyak sekali kabar menghebohkan yang membuat warganet resah dan khawatir. Salah satu berita menghebohkan tersebut adalah Karhutla di Kobar Kalteng. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat terjadinya marak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya
Ingin tahu lebih lanjut? baca artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: Profil Sabrina Chairunnisa: Transformasi dari Model hingga Pebisnis Sukses yang Multitalenta
Karhutla di Kobar Kalteng
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), mencatat terjadinya marak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Hanya dalam kurun waktu dua hari, sebanyak delapan hektar lahan dilaporkan telah hangus terbakar.
Peristiwa karhutla terbaru terjadi di kawasan Karanganyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, hari ini. Proses pemadaman baru dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WIB setelah petugas berjibaku selama berjam-jam menghadapi kobaran api di lahan gambut.
Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan cuaca panas yang disertai angin kencang menjadi kendala utama proses pemadaman. Kondisi ekstrem tersebut membuat api cepat merambat dan sulit dikendalikan.
"Dalam dua hari terakhir kami menangani enam kejadian karhutla di lokasi yang berbeda. Seluruh personel terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya agar api tidak semakin meluas," kata Adnan Santana, Jumat (10/7/2026) malam.
Data Pemerintah Kabupaten Kotim mencatat sedikitnya 64 kejadian karhutla sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, 57 kejadian berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, sementara sisanya masih dalam tahap penanganan dan pemantauan intensif.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan lonjakan hotspot menjadi sinyal serius yang harus diwaspadai seluruh pihak. Karena itu, patroli darat dan pemantauan terus diperkuat untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
"Jumlah hotspot yang terdeteksi menjadi salah satu indikator kewaspadaan. Tim gabungan terus melakukan patroli, pemantauan, dan penanganan di lapangan untuk mencegah kebakaran meluas," ujar Multazam.